26 Comments Already

mygif
I0508096 Said,
October 9th, 2011 @7:14 am  

Saya akan memberikan komentar tentang salah satu dari 10 pemenang Shell Livewire Business Award 2011.
Pemenang yang akan saya berikan komentar adalah Fauzi Nugraha dengan Kedai Imah Monyet.

Menurut saya yang dilakukan Fuzi Nugraha ini merupakan pengembangan atau inovasi dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. Fauzi membuat kuliner dari bahan dasar berupa pisang, yang notabene sudah banyak makanan yang berbahan dasar sejenis. Selain itu bahan dasar pisang untuk wilayah Indonesia sangatlah banyak, mungkin hal inilah yang menjadi pertimbangan Fauzi untuk mengembangkan kuliner pisang. Pisang yang dikembangkan oleh Fauzi ialah pisang yang dipanggang. Namun hal yang menarik adalah pengembangan pendukung dari pisang panggang itu sendiri, sebagai contoh Fauzi menambahkan topping untuk memperkaya rasa pisang itu sendiri. Selain itu, Fauzi mendesain warung kulinernya semenarik mungkin agar orang melihat dan tertarik. Dan satu hal yang saya suka dari saudara Fauzi, dia tetap turun tangan untuk melayani para pelanggan dan melayani dengan ramah. Jadi dia tidak menyerahkan semuanya kepada karyawannya.

Mungkin itu saja komentar dari saya tentang pemenang Shell Livewire Business Award 2011.
Terima kasih atas perhatiannya.

Regard, Ivan Mizanul Aufar.

mygif
Haifa Siti Alkautsar (I0508092) Said,
October 9th, 2011 @8:21 am  

Much. Irham baru saja dinobatkan sebagai salah satu pemenang kompetisi wirausahawan muda yang bertajuk Shell LiveWIRE Business Start-Up Awards (BSA) 2011 dengan inovasi bisnis berupa kopi celup SAITAMA. Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari banyak orang. Dari setiap tiga orang di dunia, salah satunya adalah peminum kopi. Kopi memang nikmat jika diminum baik pagi hari, atau saat malam hari ketika pekerjaan menumpuk. Bisnis kopi pun telah menjadi bisnis yang menjanjikan yang dapat menghasilkan omset yang tinggi, sehingga bisnis kopipun telah merajelala di dunia, begitu pun di Indonesia yang sekaligus merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia. Sehingga Much. Ridwan hadir dengan inovasi kopinya yakni Kopi Celup SAITAMA, dimulai dari keprihatinannya terhadap para petani kopi Indonesia khusunya petani kopi di daerah asalnya (gunung kelir-ambarawa) yang hanya menjual kopinya melalui perantara sehingga tidak mendapatkan harga yang pantas dari hasil kopi yang berkualitas, yang lebih ironis adalah kopi-kopi terbaik Indonesia diekspor ke luar negri dan dijual kembali di Indonesia dengan harga yang fantastis.

Berawal dari keprihatinan tersebut, maka Much. Ridwan ingin memberi nilai tambah pada kopi berkualitas tersebut, dengan mengolah bahan baku kopi tanpa melibatkan bahan-bahan kimia. Caranya yaitu menyajkan kopi dengan bulir-bulir gilingan kopi yang cukup kasar yang lalu dikemas dengan kertas filter celup seperti pada teh. Cara ini dapat menghasilkan sari kopi murni yang diinginkan dan cara penyajian ini menjadi takaran yang standar sehingga Kopi Celup Saitama memiliki standar cita rasa yang khas. Dengan inovasi kopi ini Irham berharap bahwa Indonesia tetap menjadi tuan rumah bagi penikmat kopi, dan tetap menjadi tempat mendapatkan minuman kopi terbaik di dunia.

mygif
i0508067 Said,
October 9th, 2011 @8:31 am  

Angkringan merupakan sebuah solusi bagi orang yang kelaparan namun ingin berhemat. Pencetus angkringan pertama kali adalah Mbah Pairo, seorang asal Cawas, Klaten, pada tahun 1959 yang menjual angkringan dengan dipikul sambil berteriak Hiiiyeeeeek. Teriakan tersebut sekarang menjadi sebutan Angkringan di Solo (HIK: Hidangan Istimewa Kampung). Angkringan biasanya menyediakan berbagai makanan dan minuman khas jawa seperti sego sambel, sate usus, tempe bakar dan sebagainya dengan harga yang relatif murah. Biasanya angkringan identik dengan gerobak dan berada di pinggir jalan, dengan kapasitas tempat yang tentu tidak cukup luas.

Kemudian, Robby Adiarta, yang lahir pada 17 Juli 1985 yang sejak awal tertarik pada kuliner masakan tradisional, mengembangkan angkringan konvensional tersebut menjadi semacam resto dengan variasi makanan dan minuman yang lebih beragam, dan tempat yang lebih luas yang diberi nama Angkringan Cekli. Angkringan Cekli ini berlokasi di Kudus, Jawa Tengah. Di sini, makanan tetap tersaji prasmanan, gerobak asli angkringan juga menjadi urat nadi perminuman, dilengkapi dengan lesehan, meja kapasitas 4 dan 8 orang, parkir gratis dan free wi-fi. Dengan penambahan ragam makanan dan minuman, tempat yang luas untuk semua kalangan, serta kemasan yang bagus, masyarakat pun responnya positif. Dengan adanya Angkringan Cekli ini, diharapkan masakan rakyat Indonesia tetap lestari dan tidak kalah dengan masakan asing yang sudah banyak menyerbu Indonesia, bahkan sampai daerah.

mygif
i0508055 Said,
October 9th, 2011 @8:45 am  

Kopi merupakan sesuatu yang tidak asing lagi untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Apalagi Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia. Kopi pun telah menarik banyak orang untuk menyukainya. Tak heran saat ini banyak sekali inovasi yang dilakukan untuk memudahkan pencinta kopi dalam menikmatinya, dimulai dari kopi instan sachet yang sudah lengkap dengan gulanya sehingga masyarakat tidak perlu repot dalam membuatnya, dan pengembangan yang sedang dilakukan adalah membuat kopi celup.

Kopi celup pertama kali dikembangkan oleh Emy Listik, seorang ibu rumah tangga asal Malang, Jawa Timur. Selanjutnya, Muhammad Ircham juga mengembangkan kopi celup dengan nama “kopi celup SAITAMA”. Kopi celup menawarkan kemudahan, kepraktisan dan kebersihan. Kelebihan yang lain adalah kopi celup lebih bersih karena tanpa ampas. Untuk prospek ke depannya, kopi celup merupakan salah satu usaha yang menguntungkan dan perlu pengembangan lebih lanjut. Permintaan pasar yang semakin meningkat memungkinkan kemunculan banyak pesaing. Oleh karena itu, pengembangan produk harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas kopi celup dan menghasilkan produk kopi celup yang lebih bervariasi.

mygif
I0508045 Said,
October 9th, 2011 @9:09 am  

Program Shell LiveWIRE “Business Start Award (BSA)” yang digelar oleh PT Shell Indonesia tahun 2011 ini adalah sebuah upaya untuk memotivasi anak – anak muda agar mau berwirausaha dan menjadikannya sebagai alternatif karir.
Salah satu pemenang dari Shell LiveWIRE “Business Start Award (BSA)” 2011 adalah Ivan Kurniwan dengan brandnya “Lazuli Sarae – Batik on Denim” yaitu sebuah produk yang menggabungkan kultur tradisional dan modern dengan melakukan proses pembatikan pada bahan denim sehingga menghasilkan varian baru (denim dengan motif batik). Ini memang bukan tergolong penemuan baru melainkan sebauh pengembangan industri Batik agar sesuai dengan perkembangan zaman. Ivan Kurniawan , co-founder dan director usaha batik on denim yang merupakan mahasiswa lulusan teknik informatika Institut Teknologi Bandung ini ingin membuat sebuah fashion yang unik, yang dapat digunakan siapapun (tidak bergantung usia) yang menginginkan suatu sentuhan untuk tampil beda dengan semangat muda yang modern dengan tidak meninggalkan nilai – nilai lokal kearifan Indonesia.Pengembangan batik on denim ini sendiri terpusat pada Ivan dan kawan – kawan. Untuk sekarang ini mereka memperioritaskan diri pada pengembangan produk dan promosi dari produk mereka. Sementara ini mereka masih menggunakan penjahit outsource dan melakukan dua tipe konsep produksi, yaitu mendesain batik di bahan dasar lalu di dijahit menjadi produk, dan membeli produk jadi lalu dibatik. Sedangkan untuk lokasi penjualan mereka menggunakan fasilitas internet dan harga produk yang mereka tetapkan adalah berada dikisaran menengah keatas.
Inilah salah satu anak muda yang patut dijadikan panutan, dia jadikan kreatifitasnya sebagai modal usaha dan dia juga ikut melestarikan budaya bangsa.

mygif
kibagus teguh s Said,
October 9th, 2011 @10:22 am  

NAMA : Kibagus Teguh Santoso
NIM : I0508098

Muh. Ircham – “Kopi Celup SAITAMA”
Kopi celup merupakan salah satu produk inovasi dari pengolahan kopi yang sangat beraneka ragam, di mana Pada kopi celup biji yang telah dihancurkan dimasukkan ke dalam sebuah kemasan yang berbentuk seperti filter atau saringan. Dengan begitu ampas yang dihasilkan pada waktu diseduh menjadi lebih sedikit atau berkurang atau bahkan tidak ada ampas sama sekali. Selain itu kopi celup bagus untuk para penikmat kopi yang tidak ingin susah-susah dalam membuat menyeduh atau menyajikan kopi. Kopi celup bisa dinikmati dimana saja dan kapan saja sesuai keinginan penikmat kopi, karena dengan kepraktisannya tersebut dapat mengubah cara penyajian atau penyeduhan kopi. Kopi celup juga memberikan kesan yang lebih mewah pada penikmat kopi. Kopi celup bisa dipilih konsumen karena membantu memudahkan untuk mendapatkan cita rasa kopi yang pas. Kopi celup dapat memberikan suatu peluang bisnis yang bagus karena belum banyak pesaing dalam melakukan bisnis kopi celup

mygif
Fitri Wulandari (I0508018) Said,
October 9th, 2011 @11:04 am  

Shell Live Wire Business Start Award (BSA) 2011 merupakan program tahunan PT Shell Indonesia untuk mengapresiasi para wirausahawan muda (18-30 tahun). Harapan dari acara yang sudah diadakan sejak tahun 2003 ini, wirausaha muda yang telah berhasil mengembangkan usahanya dapat menginspirasi anak-anak muda Indonesia lainnya untuk berwirausaha. Salah seorang pemenang Shell Live Wire BSA 2011, Ariyadi Yunianto (Cendani Spa Jogjakarta), mengatakan bahwa yang me-latarbelakangi usahanya adalah karena dia seorang apoteker dan mampu meramu bahan-bahan alam menjadi produk yang mahal. Selain itu, sebagai masyarakat asli Jogja dia merasa wajib mengangkat harkat hidup masyarakat di sana dengan cara melibatkan mereka dalam memproduksi Cendani Spa.
Dengan berwirausaha, anak-anak muda dapat mengeksplor kreatifitasnya untuk menghasilkan produk yang bermanfaat. Selain itu, menjadikan wirausaha sebagai pilihan karir dapat membantu hidup orang banyak yaitu dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Semakin banyaknya wirausaha juga dapat menjadi kontribusi positif untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dalam menghadapi era pasar bebas.

mygif
I0508031 Said,
October 9th, 2011 @11:22 am  

Sebuah penemuan produk baru tidak pernah lepas dari kreativitas, yang pasti menemui banyak hambatan untuk mencapai suatu kesuksesan. Salah satu contohnya adalah Nur Kartika Indah, alumnus TIP UGM yang menjadi salah satu pemenang shell livewire business start up award 2010. Dia mengolah sisa produksi tepung tapioka yang tidak bernilai menjadi nata de cassava dengan nilai ekonomis yang tinggi. Semula orang-orang hanya mengenal nata de coco yang terbuat dari hasil fermentasi air kelapa. Dengan kreativitas dan ilmu yang didapat selama kuliah, dia berhasil menciptakan nata de cassava dari limbah tapioka dengan mikroba acetobacter xylinum.

Dari proses pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka, dihasilkan limbah sekitar 2/3 bagian atau sekitar 75% dari bahan mentahnya. Selain bahan baku yang melimpah, proses pembuatannya pun tidak sulit. Hanya saja, pengolahannya butuh proses selama enam hari. Hari pertama, limbah cair tapioka direbus bersama dengan ampas ubi kayu. Hari kedua, rebusan tersebut disaring lalu dituang dalam nampan. Hari ketiga, bibit nata dicampurkan ke dalamnya. Cairan fermentasi tersebut akan menjadi nata pada hari kelima atau keenam. Prosesnya pun lebih ekonomis karena tidak dibutuhkan penambahan gula. Selama ini pembuatan nata de coco masih membutuhkan penambahan gula, sehingga untuk skala produksi nata de cassava lebih ekonomis dan efisien. Selain itu nata yang dihasilkan lebih kenyal, tebal dan lebih putih.

Pengembangan nata de cassava ini mendapat respon yang positif. Hal ini terbukti dengan banyaknya orang yang berminat untuk mengembangkan produk ini. Jadi bisa disimpulkan bahwa pengembangan nata de cassava tidak terpusat satu orang atau pihak tertentu saja. Limbah tapioka yang semula hanya dibuang , dengan sedikit kreativitas dan tanpa menggunakan alat khusus dapat berubah menjadi nata de cassava yang benilai ekonomis tinggi.

mygif
I0508039 Said,
October 9th, 2011 @11:35 am  

Peluang Bisnis Kuliner Kopi Celup

Kopi sangat digemari masyarakat Indonesia sejak dulu. Selain memiliki rasa yang khas, Indonesia merupakan salah satu penghasil biji kopi besar di dunia. Saat ini produsen kopi berinovasi dengan meluncurkan kopi celup yang menawarkan kepraktisan. Produsen yang telah berhasil mengembangkan kopi celup adalah Emiliana Indrawati dan Muhammad Ircham.
Berawal dari ketertarikannya sebagai penikmat kopi, Emiliana Indrawati menciptakan teknik menyeduh kopi yang baru. Wanita 40 tahun ini membuat kopi celup yang lebih mudah dan praktis dalam penyajiannya. Kini, usaha yang dirintis tahun 2007 itu sudah berbuah manis. Emiliana yang membangun usahanya di Malang, Jawa Timur, bisa meraup omzet hingga Rp 40 juta per bulan dari pembuatan kopi celup. Tak hanya di seputar Malang, kopi celup dengan merek Selera Rakyat ini juga telah dipasarkan hingga kota-kota besar lainnya, seperti Surabaya, Bandung dan Jakarta. Bahkan, kopi celup ini juga telah merambah ke pasar Sumatera, terutama di wilayah Nangroe Aceh Darussalam. Selain Emiliana, Muhammad Ircham juga memproduksi kopi celup dengan merek Kopi Celup Saitama. Menurutnya, kopi celup dipilih banyak konsumen karena meski pembuatannya mudah, citarasa kopi celup tetap nikmat. Meski pun baru mulai memproduksi kopi celup pada awal tahun ini, pria asal Semarang ini sudah bisa menjual hingga 10.000 kotak kopi celup. Satu kotak kopi celup itu berisi lima saset kopi dengan berat masing-masing 5,5 gram. Sebulan Ircham bisa memperoleh pendapatan hingga Rp 45 juta. Ia pun sudah mengirimkan produk kopi celupnya ke berbagai kota di Indonesia, seperti Pekalongan, Yogyakarta, Salatiga, Banjarmasin, Pekanbaru, hingga Batam. Karena belum banyak pemain, Ircham sangat optimistis dengan bisnis ini. Saat ini sudah ada orang dari Eropa dan Amerika yang tertarik menggandeng kerja sama untuk mengembangkan usahanya.

mygif
I0508039 Said,
October 9th, 2011 @12:43 pm  

Peluang Bisnis Kuliner Kopi Celup
Kopi sangat digemari masyarakat Indonesia sejak dulu. Selain memiliki rasa yang khas, Indonesia merupakan salah satu penghasil biji kopi besar di dunia. Saat ini produsen kopi berinovasi dengan meluncurkan kopi celup yang menawarkan kepraktisan. Produsen yang telah berhasil mengembangkan kopi celup adalah Emiliana Indrawati dan Muhammad Ircham.
Berawal dari ketertarikannya sebagai penikmat kopi, Emiliana Indrawati menciptakan teknik menyeduh kopi yang baru. Wanita 40 tahun ini membuat kopi celup yang lebih mudah dan praktis dalam penyajiannya. Kini, usaha yang dirintis tahun 2007 itu sudah berbuah manis. Emiliana yang membangun usahanya di Malang, Jawa Timur, bisa meraup omzet hingga Rp 40 juta per bulan dari pembuatan kopi celup. Tak hanya di seputar Malang, kopi celup dengan merek Selera Rakyat ini juga telah dipasarkan hingga kota-kota besar lainnya, seperti Surabaya, Bandung dan Jakarta. Bahkan, kopi celup ini juga telah merambah ke pasar Sumatera, terutama di wilayah Nangroe Aceh Darussalam. Selain Emiliana, Muhammad Ircham juga memproduksi kopi celup dengan merek Kopi Celup Saitama. Menurutnya, kopi celup dipilih banyak konsumen karena meski pembuatannya mudah, citarasa kopi celup tetap nikmat. Meski pun baru mulai memproduksi kopi celup pada awal tahun ini, pria asal Semarang ini sudah bisa menjual hingga 10.000 kotak kopi celup. Satu kotak kopi celup itu berisi lima saset kopi dengan berat masing-masing 5,5 gram. Sebulan Ircham bisa memperoleh pendapatan hingga Rp 45 juta. Ia pun sudah mengirimkan produk kopi celupnya ke berbagai kota di Indonesia, seperti Pekalongan, Yogyakarta, Salatiga, Banjarmasin, Pekanbaru, hingga Batam. Karena belum banyak pemain, Ircham sangat optimistis dengan bisnis ini. Saat ini sudah ada orang dari Eropa dan Amerika yang tertarik menggandeng kerja sama untuk mengembangkan usahanya.

mygif
I0508071 Said,
October 9th, 2011 @1:19 pm  

Sego Njamoer,merupakan ide yang kreatif….
Sego Njamoer, adalah campuran nasi dan jamur tiram…disini jamur tiram berfungsi sebagai pengganti daging, .rasa jamur tiram hampir sama dengan daging…yang kalo dibandingkan harga daging dengan jamur tiram relatif jauh….jadi dengan harga yang lebih murah(nasi+jamur tiram) mahasiswa sudah dapat merasakan seperti makan daging…
Sego Njamoer, membuka peluang usaha bagi mahasiswa..untuk komersialisasinya, dapat dijual didaerah sekitar kampus atau bisa menerima jasa pesan antar untuk jumlah pesanan tertentu..
Saran saya, nasi njamoer ini bisa ditambah dengan sambal agar ada sensasi pedasnya..hehe..atau bisa sajiannya ditambah taburan kremes diatasnya untuk menambah sensasi kriuknya…

mygif
I0508071 Said,
October 9th, 2011 @1:21 pm  

Sego Njamoer,merupakan ide yang kreatif….
Sego Njamoer, adalah campuran nasi dan jamur tiram…disini jamur tiram berfungsi sebagai pengganti daging, .rasa jamur tiram hampir sama dengan daging…yang kalo dibandingkan harga daging dengan jamur tiram relatif jauh….jadi dengan harga yang lebih murah(nasi+jamur tiram) mahasiswa sudah dapat merasakan seperti makan daging…
Sego Njamoer, membuka peluang usaha bagi mahasiswa..untuk komersialisasinya, dapat dijual didaerah sekitar kampus atau bisa menerima jasa pesan antar untuk jumlah pesanan tertentu..
Saran saya, nasi njamoer ini bisa ditambah dengan sambal agar ada sensasi pedasnya..hehe..atau bisa sajiannya ditambah taburan kremes untuk menambah sensasi kriuknya…

mygif
I0509012 Said,
October 9th, 2011 @1:43 pm  

Heuphoria merupakan kumpulan dari beberapa produk kesehatan yang dikembangkan oleh mahasiswi keperawatan Universitas Indonesia. Salah satu produk utama heuphoria adalah boneka anatomi manusia. Boneka ini merupakan salah satu inovasi dari produk boneka yang berada di pasaran pada umumnya karena boneka ini dilengkapi dengan replica organ tubuh manusia. Dengan adanya penambahan replica organ tubuh manusia yang dapat dibongkar pasang diharapkan boneka ini dapat memberikan edukasi kesehatan kepada anak-anak Indonesia dengan cara yang menarik dan lebih menyenangkan. Selain itu heuphoria juga memproduksi produk kesehatan lainnya seperti bantal organ, gantungan kunci, pin, notebook yang tetap lekat dengan tema kesehatan manusia.

mygif
Hangga Ruky Warmiaji (I0508047) Said,
October 9th, 2011 @2:17 pm  

Kopi Celup Saitama
oleh : Muhammad Ircham
Kopi merupakan minuman yang sangat akrab bagi masyarakat. Umumnya yang beredar di pasaran berupa kopi bubuk. Tetapi Muhammad Ircham membuat suatu inovasi yang baru dan berbeda. Dia mengembangkan kopi celup, sebuah ide kreatif yang sebenarnya relatif sederhana, tetapi belum terpikirkan oleh kebanyakan orang. Muhammad Ircham memproduksi kopi celup dengan merek “Kopi Celup Saitama “. Dengan kreativitas dan keuletan yang dimilikinya, bisnis ini pun dijalankannya dengan berhasil. Kopi celup yang dibuatnya dipilih oleh banyak konsumen karena meski pembuatannya mudah, citarasa kopi celup tetap nikmat. Keunggulan lain yang merupakan nilai tambah tersendiri dari kopi celup yang dibuatnya adalah lebih bersih dikarenakan bebas dari ampas. Jika harga sekotak kopi celup sekitar Rp 4.500 sampai Rp 6.000, dalam kurun waktu sebulan Muhammad Ircham bisa memperoleh pendapatan hingga Rp 45 juta. Dia juga telah mengirim produknya ke berbagai kota di Indonesia.

mygif
Dian Novitasari Said,
October 9th, 2011 @2:22 pm  

Salah satu pemenang Shell Live Wire “Business Start Award (BSA) 2011 adalah Lailatus Sa’adah,Krawu Burger. Mahasiswa D3 Teknik Kimia ITS ini menggandeng mahasiswa Desain Produk Industri ITS,meluncurkan inovasi makanan baru yaitu Burger Krawu. Makanan ini sama dengan Nasi Krawu khas Gresik hanya berbeda bentuk dan rasanya. Bisa dikatakan krawu burger terlahir karena adanya keprihatinan minat anak muda pada khususnya terhadap makanan tradisional. Oleh karena itu mereka memberikan inovasi cara menikmati makanan tradisional ini.
Dengan adanya burger krawu ini maka akan membantu melestarikan makanan khas kota gresik (nasi krawu) agar tetap di kenal dikalangan anak muda, karena bentuknya yang menarik dan modern.Bisa dikatakan Krawu Burger merupakan perpaduan antara Nasi krawu dan cara makan ala burger.
Pengembangan krawu burger sendiri masih tercentral, karena masih terpusat pada mahasiswa ITS penemunya. Mereka mempromosikan produk ini melalui gerobak-gerobak yang disebar di sekitar kota surabaya,dan juga promosi online via facebook dan twitter. Mereka merupakan “Pahlawan Makanan Tradisional” negeri kita. Semoga dengan ditemukannya inovasi ini dapat memperkenalkan makanan tradisional negara kita di kancah internasional.

mygif
I0508043 Said,
October 9th, 2011 @2:26 pm  

Sungguh menggembirakan mengetahui bahwa dari acara Shell Livewire Business Start Up award 2011 yang telah diselenggarakan, muncul inovasi produk mengenai batik dan nasi krawu yang merupakan kekayaan bangsa. Berawal dari keinginan untuk mengenalkan batik dan nasi krawu agar lebih dapat diterima di masyarakat kedua anak bangsa melakukan inovasi berupa Batik On Denim oleh Lazuli Sarae dan Krawu Burger oleh Lailatus Sa’adah. Batik On Denim adalah produk yang menggabungkan kultur tradisional dan modern dengan melakukan proses pembatikan pada bahan denim sehingga menghasilkan varian baru (denim dengan motif batik). Sedangkan Krawu Burger sendiri adalah nasi krawu asal Gresik yang dalam kemasan penyajiannya dibentuk seperti burger sehingga lebih mudah untuk dikonsumsi. Kegembiraan yang timbul dari inovasi ini adalah mereka tidak hanya bisa meraih keuntungan materi dari wirausaha yang mereka kembangkan tetapi sebagai anak muda mereka juga telah berperan dalam mempertahankan dan pengembangan kekayaan bangsa. Selama ini batik berkesan formal tetapi dengan adanya Batik on Denim kesan formal dapat sedikit pudar digantikan oleh kesan yang santai. Adanya Krawu Burger menjadikan nasi krawu menjadi lebih nikmat dalam menyantap dan membantu mengenalkan kuliner nusantara kepada khalayak. Para wirausaha muda ini tahu bagaimana cara mereka untuk membawa kebudayaan aslinya ke jaman mereka. Mereka tahu bagaimana cara untuk mempertahankan kebudayaannya. Melakukan inovasi produk terhadap kekayaan budaya bangsa sehingga budaya bangsa tidak tergerus oleh jaman. Sungguh suatu cara berwirausaha yang pintar dan mulia.

mygif
Mochlis Winta (i0509028) Said,
October 9th, 2011 @2:41 pm  

GARBEX
Alat ini ditemukan oleh Leonardo Bayu Adi Prasetya yang dipublikasikannya diacara BLACK INOVATION yang diselenggarakan oleh TVone. Ide awal membuat Garbex berawal dari pemantauannya terhadap polibag yang digunakan untuk pertanian. ”Polibag itu terbuat dari plastik dan tidak bisa dipakai berulang-ulang. Karena itu saya lalu mencoba menciptakan Garbex dari plastik tebal yang bisa digunakan berulang-ulang,” katanya. Alat ini ia ciptakan untuk menggantikan plastik polibag yang mana merupakan limbah pertanian karena hanya digunakan sekali pakai untuk satu benih tanaman sesudah itu dibuang dan menjadi sampah.
Dia menjelaskan prinsip kerja dari GARBEX sama seperti pot tanaman, tetapi GARBEX dapat dibuka/tutup (dibelah) ketika akan memindahkan benih ke media lain, sehingga alat ini masih bisa digunakan berkali-kali untuk benih yang lain. Untuk melihat bentuk dan prinsip kerja dari GARBEX lebih jelas dapat diakses di http://www.blackxperience.com/index.php?page=bia-contestant-detail&biacid=145.

mygif
I0508057 Said,
October 9th, 2011 @4:12 pm  

“Krawu Burger”
Sering kali kita dihadapkan dengan kejenuhan akan makanan yang kita jumpai sehari – hari. Alasannya sangat sederhana, beberapa diantaranya karena tampilannya kurang menarik dan rasanya sama saja dengan produk yang lain(Burger). Pola hidup masyarakat sekarang sudah mulai berubah,dimana semua orang lebih memilih hal yang praktis termasuk dalam hal makanan.
Makanan cepat saji menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Perubahan pola hidup inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh Lailatus Sa’adah untuk membuat inovasi makanan baru,yaitu “Krawu Burger.” Krawu Burger merupakan perpaduan antara Nasi krawu dan cara makan ala burger, selain praktis dan lezat saat dinikmati, Krawu Burger ini juga diperkaya karbohidrat dan gizi tinggi. Sehingga orang dewasa maupun anak-anak bisa menikmatinya.
Produk yang disajikan terbagi dalam tiga rasa :
1. Gurih
2. Pedas
3.Super Pedas
Makanan ini selain enak juga memiliki banyak manfaat. Mulai dari pemenuhan kebutuhan tubuh kita akan karbohidrat, anti oksidan dalam tubuh, pemenuhan vitamin, dan pemenuhan – pemenuhan penting lainnya. Semua itu akan didapatkan dalam “Krawu burger”, produk inovasi terbaru penggugah cita rasa pencinta kuliner nusantara.

mygif
i0508041 Said,
October 9th, 2011 @4:33 pm  

Salah satu pemenang Shell Live Wire “Business Start Award (BSA) 2011 adalah Lailatus Sa’adah mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh November yang berhasil menciptakan produk yang diberi nama Krawu Burger. Produk ini cukup menarik bagi saya, karena idenya cukup sederhana yang merupakan hasil modifikasi dari makanan tradisional Gresik. Produk ini pada prinsipnya sama dengan nasi krawu khas Gresik. Nasi Krawu khas Gresik memiliki ciri – ciri nasinya yang pulen dan disajikan dengan daun pisang. Lauknya dapat berupa sayatan daging sapi, semur daging, jeroan sapi, sambal terasi dan serundeng.

Yang membedakan Krawu Burger dengan nasi krawu adalah dari segi bentuk dan rasa. Bentuk burger lebih sederhana dengan penyajian ala Mc Donald, sehingga menjadi lebih praktis untuk dikonsumsi, tanpa harus menggunakan sendok dan piring. Selain itu, krawu burger disajikan dalam tiga rasa yaitu gurih, pedas, dan super pedas. Dengan adanya contoh inovasi produk Krawu Burger ini, diharapkan akan ada inovasi-inovasi terbaru kuliner daerah lain. Agar bisa lebih mempopulerkan kuliner – kuliner tradisional agar tidak kalah dengan makanan import yang sekarang ini telah meraja lela. Selain itu, inovasi produk seperti Krawu Burger cukup mudah, tidak rumit, dan hampir semua orang bisa melakukan.

mygif
I0508053 Said,
October 9th, 2011 @4:38 pm  

HETRIC

Saya bangga dengan anak-anak bangsa yang mempunyai karya luar biasa, salah sattunya dengan Achmad Ferdiansyah dan 4 temannya, salah satu dari sepuluh pemenang Shell Livewire Business Start-up Awards (BSA) 2010 . mereka membuat HETRIC atau singkatan dari Herbal Electric Lamp.

Saya mereka ide mereka sangat luar biasa dapat memanfaatkan limbah disekitar, benjadi barang yang dapat dijual dengan harga tinggi, ke 5 orang mahasiswa teknik kimia ini mencoba memanfaatkan Kulit jeruk yang biasanya dibuang dan tidak digunakan, diolah untuk merauk uang dari produknya. Kulit jeruk diblender untuk mendapatkan minyak atsiri. Minyak astiri itu kemudian menjadi refill, dengan cara mencelupkan gabus ke dalam cairan tersebut. Dengan tambahan bunga kenanga dan perlakuan khusus untuk memperkuat baunya, maka fungsi dari alat ini semakin bartingkat. Ferdi berfikir untuk mengolah kulit jeruk sebagai obat anti nyamuk yang bisa dipasang pada lampu. Hetric merupakan penggabungan lima fungsi sekaligus (5 in 1) yaitu : pengharum ruangan, pengusir nyamuk, aroma terapi, penerang ruangan dan elemen interior. Dan akhirnya usahanya pemuda-pemuda harapan bangsa berbuah hasil, 200 Hetric Lamp yang diproduksi, sudah laku di pasaran dalam waktu tiga bulan.

mygif
I 0509038 Said,
October 9th, 2011 @5:57 pm  

Djarum Black Innovation Awards adalah suatu kegiatan yang diselenggarakan rutin setiap tahun untuk memancing para inovator untuk terus berkarya dan terus membuat inovasi yang baru dan berguna untuk orang banyak. Salah satu pemenang Djarum Black Innovation Awards 2011 kali ini adalah Tiko Prabatha dengan karyanya Stanporti. Merupakan alat seperti standar sepeda yang bisa dibawa bepergian. Menurutnya, penggemar kegiatan bersepeda sering enggan memasang stand, karena kesan kurang elegan yang ditampilkan. Menurut saya Tiko sangat peka memperhatikan hal-hal kecil di sekitar, dari situlah muncul ide kreatif membuat Stanporti. Dia melihat bahwa fashion juga turut mempengaruhi minat konsumen misalnya pada sepeda fixed gear (fixie) yang sedang marak akhir-akhir ini. Minimnya fasilitas bike stand/parking di Indonesia menjadi salah satu kendala. Nah, Stanporti mencoba menjawab permasalahan tersebut dengan sebuah desain bike stand portable yang ringan serta mudah dibawa kemana-mana. Selanjutnya untuk pemasaran mungkin bisa lebih disempurnakan lagi variasi designnya agar lebih menarik. Yang patut dicontoh dari Tiko adalah ketelatenannya untuk menciptakan inovasi baru dengan merhatikan hal-hal kecil disekitar kita yang orang anggap sepele agar bisa dikembangkan dan bernilai lebih.

mygif
I0508005 Said,
October 9th, 2011 @6:52 pm  

Dari acara Shell LiveWire Business Start Up Award 2011 banyak sekali ide-ide kreatif wirausaha yang tercipta. Kebanyakan hanya bermodal nekat dan niat, contohnya dari pemilik kedai imah monyet di daerah Subang yang bergerak di usaha kuliner pisang-pisangan. Sang pemilik usaha bernama Fauzi Nugraha awalnya tidak memiliki modal sama sekali, hanya berbekal konsep usaha kreatif yang telah ia rancang. Sampai akhirnya ia menemukan investor yang mau berinvestasi pada konsep usahanya, dan sekarang ia berhasil mengembangkan usahanya tersebut. Begitupula dengan usaha lainnya yang dinamai dengan Sego Njamoer. Usaha ini berada di daerah Surabaya, dan berawal dari sebuah Program Kreativitas Mahasiswa dari ITS. Usaha ini juga tidak membutuhkan modal yang besar, yang penting adalah inovasi produk yang unik serta publikasi yang mendukung. Jadi, tidak salah jika event PKM dapat dijadikan batu loncatan untuk memulai sebuah usaha kreatif dan menciptakan wirausaha-wirausaha muda yang snagat berpotensi.

mygif
I1507027/Hari Prabawa Said,
October 10th, 2011 @7:58 am  

Mirza Akbar, pemenang Shell Livewire Business Start-up Awards (BSA) 2010 merupakan seseorang yang saya kagumi. Meski tidak memiliki modal usaha, ia nekad memberanikan diri untuk meminjam modal usaha pada ayahnya. Dan walaupun dengan berbagai kesulitan dia mampu mengembangkan usahanya dengan baik. Es krim racikannya itu terdiri atas 90 persen susu, sisanya formula pelembut dan beragam perasa. Kala itu ia hanya mampu mengolah 2 liter susu sapi asli.
Dan sekarang Es krim olahannya tersebar di 15 cabang resto Yogya Chicken dan 5 cabang Waroeng Steak & Shake, Omzetnya mencapai Rp 80 juta per bulan. Itu sungguh sangat luar biasa.

mygif
I1507039/Puspito Teguh P Said,
October 10th, 2011 @8:01 am  

Pada umumnya para pengusaha tepung tapioka menganggap bahwa limbah cair dari industri tapioka tersebut tidak bernilai ekonomis dan air limbah tapioka hanya di buang. Upaya untuk mengoptimalkan agroindustri tapioka ini dapat dilakukan dengan beberapa masukan teknologi sederhana. Limbah tapioka dapat diolah menjadi suatu produk pangan dengan cara fermentasi.
Nur Kartika Indah alumnus TIP UGM Salah satu pemenang Shell Livewire Business Start-up Awards (BSA) 2010 berhasil Menjadikan limbah cair pabrik tapioka menjadi sebuah produk yang dikonsumsi masyarakat luas dan menjadi sebuah industri yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.Dan itu sangat hebat sekali.
Nata de cassava merupakan terobosan inovasi baru produk makanan berserat yang sangat layak masuk dalam persaingan industri makanan di Indonesia.

mygif
I0509029 Said,
October 10th, 2011 @11:39 am  

Kopi Celup Saitama

Kopi sangat akrab bagi masyarakat dan tak terhitung lagi jumlah penggemarnya. Selain kopi bubuk, kini produsen kopi berinovasi dengan meluncurkan kopi celup yang menawarkan kepraktisan. Pemain di bisnis ini masih jarang, prospek bisnis kopi celup pun masih terbentang. Karena belum banyak pemain, Ircham sangat optimistis dengan bisnis ini. Bahkan, ia mengaku sudah ada orang dari Eropa dan Amerika yang tertarik menggandeng kerja sama untuk mengembangkan usahanya. Menurut Ircham, si investor asing itu tertarik pada kualitas biji kopi Indonesia serta inovasi penyajian kopinya. Terlebih kopinya memiliki khasiat untuk menyembuhkan maag. Benar-benar inovasi sederhana nan ajib…

mygif
muh kurniawan i0509030 Said,
October 10th, 2011 @2:03 pm  

Kedai Imah Monyet,
Awalnya Kedai Imah Monyet (IMO) adalah sebuah warung tenda yang buka setiap sore-malam di depan Pemda Subang. Konsep Kedai Imah Monyet dilatarbelakangi oleh keinginan banyaknya pemuda-pemuda putus sekolah yang menganggur, oleh karena itu dipilih jenis usaha yang minim skill, sehingga siapa pun dapat bekerja membantu suksesnya IMO. Warung makan yang terletak di Jalan S. Parman, Subang, Jawa Barat ini menyajikan berbagai olahan pisang dengan cita rasa menarik, seperti cabul atau cau bule, monkey banana split, dan es pisang ijo.Nama Imah Monyet dipilih karena selain namanya yang unik, juga ada hubungannya dengan menu yang disajikan, yaitu pisang yang merupakan makanan kesukaan monyet. Meskipun, ada juga yang kontra dengan pemilihan nama ini.Sementara itu, yang membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi konsumen, adalah letaknya yang di luar ruangan, tepatnya di pinggir jalan kota Subang sehingga memudahkan akses menuju kedai Imah Monyet. Menurut saya usaha yang di jalankan oleh saudara Fauzi Nugraha sangat berkesan, dengan kreatif yang unik dia dapat membuat suatu perubahan yang dapat memberikan lapangan pekerjaan untuk semua, tidak hanya itu saja dia juga dapat membuat kekurangan menjadi suatu kelebihan dengan modifikasi bahan bisa menjadi makanan yang enak, bergizi dn murah.. Saaluuuut buat Fauzi Nugraha

Related Post

Leave Your Comments Below

Please Note: All comments will be hand modified by our authors so any over offensive comments will be removed and your submitted comments will be appreared after approved

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image

linkdock.com <body><a href="http://linkdock.com?epl=wCraNLbulus0YC9ki9OGxJAyX38CCYVTJHfxp3j80pWVaLrVB8ERMYBJThQgYN-gGAwPM4h6qXluLOZ2CocBLihEQaMvEx6EGpKmrLuN0ZQMLZX6QknsqMPrBow2a1gJl1t6z6ZtZae6n5N6aNSTKaOhkZ6kR081QHkyDSBMUxu1UQ11ACCQ3q-_AADgfwEAAECA2woAACnz9SdZUyZZQTE2aFpCkQAAAPA">Click here to go to linkdock.com</a>.</body>